Venesia, “Kota Air” nan Romantis


ROBERT ADHI KSP

Naik gondola menyusuri kanal-kanal di Venesia, Italia, sambil mendengarkan lagu ”O Sole Mio” dan menikmati semilir angin, menorehkan kenangan manis tiada tara. Tak heran bila Venesia sering kali disebut sebagai kota paling romantis di dunia.

Lagu ”O Sole Mio” dinyanyikan dengan suara ”opera” yang menggema, diiringi musik akerdeon. Gondola dikayuh melintasi Grand Canal hingga ke kanal-kanal kecil. Turis yang datang dari berbagai pelosok dunia menikmati suasana.

”O Sole Mio” yang dikenal sebagai lagu Neapolitan itu ditulis pada 1898 oleh Giovanni Capurro, dan musiknya diciptakan oleh Eduardo di Capua. Lagu ini seolah menjadi ”lagu wajib” untuk mengantar turis-turis selama menikmati gondola menyusuri kanal-kanal di Venesia pada cuaca yang cerah. Betapa segarnya udara di Venesia.

Entah mengapa turis yang datang pertama kali langsung jatuh cinta pada pandangan pertama begitu melihat Venesia yang terletak di tepi Laut Adriatik di utara Italia. Seakan ingin menegaskan, inilah lokasi yang tepat untuk menikmati bulan madu bagi pengantin baru atau bagi pasangan lama yang tetap merawat cinta agar tetap baru. Venesia menjadi romansa manis yang tak habis-habisnya diceritakan.

Di sekitar Piazza San Marco, lapangan di pusat kota yang sering menjadi tempat singgah burung-burung, tersebar kafe-kafe, tempat turis menikmati piza atau pasta, menyeruput cappuccino, gelato, atau meneguk wine italia, sambil menghabiskan malam di ”Kota Air” itu.

Lagu-lagu indah Italia yang dimainkan di salah satu kafe menambah suasana romantis di Venesia: ”Vieni Sul Mar” (”Come To The Sea”), ”The Godfather Waltz-Speak Softly Love”, ”Serenade”, dan ”Santa Lucia”, seolah meminta tamu jangan terlalu cepat pergi.

Venesia bangga kepada Antonio Vivaldi, salah satu komponis musik baroque (barok) terbesar yang lahir di Venesia. Vivaldi berperan penting dalam sejarah simfoni dan musik opera. Pada awal abad ke-18, opera merupakan hiburan paling populer di Venesia. Karya Vivaldi yang terkenal adalah ”The Four Seasons”, yang diciptakannya pada 1723.

Sejarah panjang

Kota Air ini, yang dibangun lebih dari 1.500 tahun yang lalu di atas 118 pulau kecil yang berbeda itu, terhubung oleh 150 kanal, 400 jembatan, dan banyak trotoar kuno.

Pusat kota Venesia terbagi dalam enam perempatan, yaitu Cannaregio, Castello, Dorsoduro, San Marco, San Polo, dan Santa Croce.

Venesia merupakan kekuatan maritim utama selama abad pertengahan dan Renaissance. Juga menjadi kekuatan penting selama Pertempuran Lepanto pada abad ke-16.

Venesia dijuluki dengan banyak nama, mulai dari ”La Dominante”, ”Serenissima”, ”Ratu Adriatik”, ”Kota Air”, ”Kota Topeng”, ”Kota Jembatan”, ”Kota terapung”, hingga ”Kota Kanal”.

Keindahan Venesia yang menyimpan sejarah panjang sejak berabad- abad silam merupakan karya seni yang tidak tertandingi oleh kota lain.

Tak banyak kota di dunia yang memiliki banyak kanal, tanpa kendaraan bermotor, tanpa kemacetan lalu lintas, dengan kombinasi gedung-gedung berarsitektur Renaissance, Byzantine, Gothic, dan Baroque.

20140510KSP22 VENEZIA

Yang menarik dikunjungi di Venesia adalah Basilica San Marco, gereja di tengah kota; Piazza San Marco (San Marco Square) di jantung Venesia, yang disebut Napoleon Bonaparte sebagai ruang melukis terbaik di Eropa; serta Palazzo Ducale (Doge’s Palace), bangunan berarsitektur Gothic; dan Accademia Gallery, galeri lukisan abad ke-14 sampai abad ke-18 karya-karya Bellini, Giorgione, Rosalba Carriera, Longhi, Picasso, Tintoretto, Titian, Tiziano, Veronese, dan banyak lagi.

Tiruan

Venesia, Kota Air seluas 412 kilometer persegi dan berpenduduk kurang dari 300.000 jiwa ini, memikat jutaan wisatawan dari seluruh dunia.

Banyak kota lain yang menyebut diri sebagai ”Venesia dari Utara”, ”Venesia Afrika”, dan ”Venesia dari Timur”. Banyak kota yang memiliki kanal dengan gedung bercat warna-warni ingin diasosiasikan sebagai kota paling indah di dunia.

Sebuah hotel di Macau, Tiongkok, misalnya, menamakan diri Venetian dengan membangun kanal-kanal di sekitar hotel.

Beberapa pengembang di Indonesia membangun kawasan wisatanya dengan kanal-kanal air berikut perahu. Itu semua ingin mengenang Venesia, Kota Air dengan kanal-kanalnya. Namun, tampaknya, belum ada yang mampu menyejajarkan diri dengan Venesia.

Film

Venesia juga dikenal dengan festival film yang digelar sejak 1932, dan merupakan festival film tertua di dunia.

Keelokan Venesia membuat kota ini berulang kali menjadi lokasi shooting pembuatan sedikitnya 113 film. Mulai dari film-film James Bond, seperti From Russia with Love, Moonraker, dan Casino Royale, sampai pada film-film Indiana Jones and The Last Crusade, La Femme Nikita, The Talented Mr Ripley, The English Patient, Italian Job, dan film The Tourist yang dibintangi Angelina Jolie.

Semua film tersebut ingin memperlihatkan betapa indahnya Venesia, tak peduli apa cerita dalam film-film tersebut.

Tak hanya sebagai lokasi shooting film, Venesia juga dikenal sebagai tempat yang memikat bagi para seniman dan penyair mencari inspirasi, juga bagi para pemburu cinta dan casanova berjumpa dengan sang kekasih.

SUMBER: LAPORAN UTAMA, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 10 MEI 2014

venesia

20140510KSP17 VENEZIA

Iklan

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: