Andrea Bocelli, Suara Emas dari Italia


Andrea Bocelli

ROBERT ADHI KSP

Andrea Bocelli adalah tenor paling dicintai di dunia dan salah seorang mitos positif terbesar dari milenium ketiga. Meskipun buta, suara emas Bocelli sukses memperkenalkan kebudayaan Italia ke seluruh dunia.

Andrea Bocelli merekam 14 album studio solo, musik klasik, dan pop; 3 album greatest hits; dan 9 opera lengkap yang terjual lebih dari 100 juta keping di seluruh dunia sehingga mengukuhkan Bocelli sebagai salah satu artis terbaik dalam penjualan album. Dia meraih sukses sebagai artis yang tampil membawakan musik klasik ataupun lagu-lagu pop yang top.

Pada 1998, Bocelli masuk sebagai salah satu dari ”50 Most Beautiful People” versi majalah People. Pada 1999, Bocelli masuk nominasi sebagai ”Best New Artist” dalam Grammy Awards.

Lagu ”The Prayer” yang dibawakannya berduet bersama penyanyi Kanada, Celine Dion, yang diputar dalam film animasi Quest for Camelot, memenangi Golden Globe untuk kategori ”Best Original Song” dan menjadi nomine dalam Academy Award untuk kategori yang sama.

Setelah merilis album klasik Sacred Arias, Bocelli masuk dalam Guinness Book of World Records. Bocelli secara terus-menerus berhasil menempatkan lagunya ke tiga besar tangga album klasik Amerika Serikat. Tujuh albumnya masuk 10 besar dalam Billboard 200.

Terjual sebanyak lima juta keping di seluruh dunia, Sacred Arias menjadi album crossover klasik yang paling banyak terjual oleh seorang artis solo sepanjang masa. Terjual lebih dari 20 juta keping di seluruh dunia, album pop Bocelli berjudul Romanza (1997) menjadi album paling laris sepanjang sejarah yang dibawakan seorang artis Italia dalam berbagai genre musik. Album itu juga laris di Kanada dan sejumlah negara di Eropa dan Amerika Latin.

Bocelli mendapat penghargaan ”Grand Officer of the Order of Merit of the Italian Republic” pada 2006 dan menjadi bintang Hollywood Walk of Fame atas kontribusi dalam ”Live Theater” pada 2 Maret 2010.

”Passion” di musik

Lahir pada 22 September 1958 dengan penglihatan yang buruk, Bocelli menjadi buta pada usia 12 tahun setelah mengalami kecelakaan dalam pertandingan sepak bola yang diikutinya.

Bocelli lahir dari pasangan Allesandro dan Edi Bocelli. Awalnya, pasangan ini disarankan oleh dokter untuk menggugurkan Bocelli. Namun, keputusan ibunya untuk tetap melahirkannya dan mengabaikan saran dokter menjadi inspirasi bagi Bocelli untuk memegang sikap mendukung hak untuk hidup dan menentang praktik aborsi.

Mereka tinggal di peternakan keluarga, menjual mesin pertanian, dan membuat anggur di desa kecil La Sterza di Tuscany, Italia, sekitar 40 kilometer sebelah selatan Pisa. Ibunda Bocelli dan adik Bocelli, Alberto, masih tinggal di rumah keluarga. Ayah Bocelli meninggal dunia pada 2000.

Sebagai remaja lelaki, Bocelli menunjukkan passion yang besar terhadap musik. Ibunya mengatakan, musik satu-satunya yang dapat menyenangkan dia. Pada usia 6 tahun, Bocelli mulai belajar memainkan piano, kemudian bermain flute, saksofon, terompet, trombon, gitar, dan drum.

Ketika pengasuhnya, Oriana, memberi dia rekaman pertama Franco Corelli, Bocelli baru tersadar bahwa karier menjadi seorang tenor menjadi tujuannya. Sampai usia 7 tahun, dia mampu mengenali suara-suara penyanyi terkenal pada saat itu dan mencoba menirukannya.

Bocelli juga menghabiskan waktu untuk menyanyi selama masa kanak-kanak. Dia mulai ikut konser untuk kali pertama di desa kecil, tak jauh dari tempat kelahiran. Pada usia 14 tahun, Bocelli memenangi kompetisi lagu pertama, The Margherita d’Oro in Viareggio, dengan membawakan lagu ”O Sole Mio”.

Setelah menyelesaikan sekolah menengah pada 1980, Bocelli melanjutkan pendidikan di bidang hukum di Universitas Pisa. Untuk mendapatkan uang, Bocelli bermain piano di sejumlah bar pada malam hari. Dia menyelesaikan kuliah dan menjalankan pekerjaan sebagai pengacara selama satu tahun. Di sanalah, pada 1987, dia bertemu calon istri, Enrica.

Ketika lahir, Bocelli sudah mengalami sejumlah persoalan dengan mata. Setelah mengunjungi beberapa dokter, dia didiagnosis mengalami glaukoma kongenital. Pada 1970, ketika berusia 12 tahun, Bocelli kehilangan seluruh penglihatan setelah mengalami kecelakaan dalam pertandingan sepak bola. Kepalanya terbentur dan menderita pendarahan otak. Para dokter berupaya menyelamatkan matanya, tetapi gagal. Bocelli buta selamanya.

Audisi tenor

Pada 1992, bintang rock Italia, Zucchero, menggelar audisi untuk para tenor. Tujuannya untuk membuat demo lagunya berjudul ”Misesere” dan kemudian dikirim ke tenor Italia, Luciano Pavarotti. Setelah mendengarkan suara Bocelli dalam tape, Pavarotti kemudian meminta Zucchero memanggil Bocelli. Caterina Caselli, yang menemukan Bocelli, kini menjadi manajer dan produser Bocelli.

Zucchero meminta Pavarotti merekam lagu bersama dia dan menjadi hit di seluruh Eropa. Dalam konser Zucchero di Eropa pada 1993, Bocelli berduet dengannya. Bocelli juga diberi kesempatan menyanyi solo dalam konser itu, membawakan ”Nessun Dorma”.

Bocelli menandatangani kontrak dengan perusahaan label Sugar Music setelah presiden grup itu mendengarkan suara Bocelli yang menyanyikan lagu ”Miserere” dan ”Nessun Dorma” dalam pesta ulang tahun Zucchero.

Pada Desember, Bocelli mengikuti Festival Musik Sanremo dan menampilkan ”Miserere”. Sebagai pendatang baru, dia memenangi kompetisi dengan nilai tertinggi. Pada 28 Desember, Bocelli untuk kali pertama tampil dalam konser klasik dunia di Teatro Romolo Valli di Reggio Emilia.

Pada Februari 1994, Bocelli mengikuti kompetisi utama Festival Sanremo, membawakan ”Il Mare Calmo Della Sera” dan memenangi kategori pendatang baru, lagi-lagi memecahkan rekor skor. Menyusul kemenangannya, Bocelli merilis album debut dengan nama yang sama pada April 1994. Album itu masuk dalam 10 Besar Italia dan mendapatkan sertifikat Platinum dalam beberapa minggu.

Sejak itu, Bocelli semakin populer, sering tampil dalam berbagai konser di seluruh dunia. Dia tampil di Jerman, Italia, Perancis, dan negara lain di Eropa.

Bocelli membawakan himne ”Adeste Fideles” di Roma sebelum Paus Yohanes Paulus II mengunjukkan misa Natal di Basilika Santo Petrus.

Pada 1995, Bocelli diundang kembali dalam Festival Sanremo. Dia membawakan ”Con Te Partiro” dan finis di posisi ke-4. Lagu ini masuk dalam album keduanya, Bocelli, yang dirilis November 1995. Di Belgia, ”Con Te Partiro” menjadi single paling laris sepanjang masa.

Album ketiga Viaggio Italiano dirilis di Italia pada 1996. Dia diundang bernyanyi berduet bersama soprano asal Inggris, Sarah Brightman. Brightman mendekati Bocelli setelah mendengarkan Bocelli menyanyikan ”Con Te Partiro” saat dia makan malam di sebuah restoran. Mengubah judul lagu menjadi ”Time to Say Goodbye”, mereka merekam ulang lagu itu dan membawakannya berduet bersama anggota London Symphony Orchestra.

Single itu langsung melesat di tangga lagu klasik Jerman dan bertahan selama 14 pekan! Single itu terjual hampir tiga juta kopi dan meraih penghargaan Platinum berulang kali.

Bocelli mulai tampil dalam opera pada 1998 di Teatro Comunale di Cagliari. Album kelima Aria: The Opera Album dirilis pada Maret.

Pada Grammy Awards ke-42 tahun 2000, Bocelli dua kali mendapat nominasi. ”The Prayer” dinominasikan meraih ”Best Pop Collaboration with Vocals” dan ia menjadi nomine ”Best Male Pop Vocal Performance”. Dalam seremoni itu, Bocelli berduet dengan Celine Dion menyanyikan ”The Prayer”.

Pada Grammy Awards ke-52 tahun 2010, Bocelli bersama Mary J Blige dan David Foster menyanyikan ”Bridge over Troubled Water” untuk meningkatkan kesadaran akan korban gempa Haiti.

Hingga kini, Bocelli terus mengadakan tur keliling dunia. Di mana-mana, ”Si Buta dari Italia” ini disambut meriah. Suara tenor emasnya membuat Bocelli dicintai jutaan penggemar. Tuhan memang adil. Mata Bocelli memang tidak sempurna, tetapi suara emasnya tiada tara! (ANDREABOCELLI.COM)

SUMBER: DI MANA DIA SEKARANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 13 DESEMBER 2014

Iklan