Hadiah Natal Paus untuk AS dan Kuba


Paus dan AS-Kuba

ROBERT ADHI KSP

Pulihnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kuba pertengahan Desember menjadi hadiah Natal paling berharga dari Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia. Paus Fransiskus dan diplomat-diplomat Vatikan memainkan peranan penting dalam pemulihan hubungan diplomatik antara AS dan Kuba.

Pemimpin negara AS dan Kuba mengakui pentingnya ajakan Paus agar kedua negara memulihkan hubungan diplomatik yang telah lama membeku. Puluhan tahun lamanya AS menjadi musuh Kuba dan juga sebaliknya, Kuba menjadi musuh AS. ”Dukungan Paus Fransiskus dan Vatikan sangat penting bagi kami,” kata seorang pejabat senior AS.

Mencairnya hubungan diplomatik AS dan Kuba merupakan pencapaian diplomatik terbesar Paus Fransiskus sejak terpilih sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia, Maret 2013 silam.

Paus Fransiskus mengajak Presiden AS Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro melakukan kesepakatan damai melalui sejumlah langkah cerdas, termasuk mengirim surat kepada kedua pemimpin negara itu pada musim panas lalu.

Surat Paus Fransiskus mengimbau kedua negara untuk ”menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan tentang kemanusiaan yang menjadi kepentingan bersama, termasuk kondisi tahanan tertentu, dalam upaya memulai babak baru dalam hubungan kedua negara” (Pope Francis and the Vatican played key roles in US-Cuna thaw, leaders reveal, The Guardian, 17 Desember 2014).

Paus mendiskusikan kompromi paling memungkinkan dengan Obama ketika Presiden AS itu berkunjung ke Vatikan, Maret 2014 lalu. Paus juga menjadi tuan rumah pertemuan negosiasi kunci antara AS dan Kuba, termasuk yang digelar bulan Oktober lalu.

”Tugas duta besar berawal dari langkah kecil, hal-hal kecil, yang akhirnya sukses membawa perdamaian,” kata Paus Fransiskus kepada sekelompok utusan Takhta Suci Vatikan, Kamis (18/12), pekan lalu. ”Kita sangat bahagia melihat dua orang mengambil langkah lebih dekat setelah bertahun-tahun lamanya saling berjauhan,” kata Paus (How Pope Francis helped melt the US-Cuba freeze, The Financial Times, 19 Desember 2014).

Salah satu ambisi besar Paus Fransiskus adalah menjadi diplomat yang mendamaikan negara-negara yang bertikai. Paus Fransiskus adalah pemimpin Gereja Katolik dunia non-Eropa pertama yang menerjemahkan popularitas globalnya ke dalam peran diplomatik aktif. Paus Fransiskus setidaknya ingin menyamakan diri dengan Paus Johanes Paulus II, paus asal Polandia yang ikut berperan meruntuhkan komunisme Soviet.

Vatikan telah lama mengambil peran dalam hubungan AS-Kuba, termasuk upaya Paus Johanes XXIII mengakhiri krisis rudal Kuba pada Oktober 1962. Dalam beberapa dekade terakhir ini, baik Paus Johanes Paulus II maupun Paus Benediktus XVI, mengunjungi Kepulauan Kuba, yang lebih 60 persen penduduknya beragama Katolik. Ini membuat Paus Fransiskus makin dipercaya mampu menghangatkan kembali kebekuan hubungan dua negara bertetangga itu.

Pemimpin Gereja Katolik dunia pertama yang berasal dari Amerika Latin ini memang memainkan peranan penting di balik pulihnya hubungan diplomatik AS dan Kuba.

Kuba adalah negara kepulauan berpenduduk 11 juta di Karibia, dan beribu kota di Havana, kota terbesar. Pulau utamanya adalah Isla de la Juventu. Jarak Kuba ke AS sekitar 150 kilometer.

Kuba identik dengan nama Fidel Castro yang menjabat sebagai Perdana Menteri Kuba 1959-1976, lalu menjadi Presiden Kuba 1976-2008. Setelah mengundurkan diri pada Februari 2008, Fidel Castro digantikan adiknya, Raul Castro, sampai sekarang

Uskup Agung Havana Kardinal Jaime Ortega disebutkan ikut memainkan peranan penting dalam momen bersejarah dalam pertemuan delegasi AS dan Kuba, yang membantu mengantarkan negosiasi menjadi konklusi yang berhasil, itu.

Hadiah Natal

Awal pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertemu dengan koleganya, Menlu Vatikan Kardinal Pietro Parolin di Vatikan, membahas upaya penutupan kamp tahanan Amerika di Teluk Guantanamo di Kuba.

Parolin melihat peran kunci Vatikan dalam hubungan AS-Kuba dapat menjadi model di masa depan.

Di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, Vatikan mendorong membuka pembicaraan yang terhenti antara pemerintah dan oposisi di Venezuela, menghentikan kekerasan antara pasukan pemerintah dan pemberontak FARC di Kolombia, dan mendorong diakhirinya pembunuhan massal oleh kartel narkotika di Meksiko.

”Darah Latin Paus Fransiskus menjadi poin utama, dan itu dapat membantu mempersatukan kawasan Amerika,” kata Giuseppe Dentice dari Institute for Study of International Politics yang bermarkas di Milan, Italia.

Semua pemimpin Amerika Latin, dari Bolivarian sampai pro-Amerika, mendukung pulihnya hubungan Kuba-AS dan memuji peran Paus Fransiskus sebagai mediator. Inilah hadiah Natal terindah Paus Fransiskus untuk AS dan Kuba.

Dengan membantu mencairkan hubungan AS-Kuba, Paus Fransiskus memperlihatkan keinginannya membawa Gereja Katolik yang lebih rendah hati dengan diplomasi yang lebih tegas.

SUMBER: DUDUK PERKARA, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SENIN 22 DESEMBER 2014

Iklan