Musibah AirAsia dan Empati Kita


ROBERT ADHI KSP

WAKIL Presiden Jusuf Kalla membatalkan rencana liburan keluarga ke Bali akhir tahun ini sebagai tanda empati dan penghormatan kepada penumpang dan awak pesawat AirAsia QZ 8501 dan keluarganya.

Empati dan simpati yang ditunjukkan Wapres Jusuf Kalla sebagai ketua tim pencarian pesawat AirAsia ini memperlihatkan karakter bangsa Indonesia pada umumnya.

Sesaat setelah pesawat bertarif murah AirAsia dinyatakan hilang, ungkapan simpati dan empati disampaikan pengguna media sosial asal Indonesia. Twitter langsung diramaikan dengan tanda pagar (tagar atau hashtag) #PrayForAirAsia dan #QZ8501. Demikian pula dalam waktu singkat, Facebook diramaikan dengan ungkapan senada.

SUPAN 30 12 2014Ketika musibah terjadi, Presiden Joko Widodo sedang blusukan di Papua. Meski di pelosok Papua, Presiden terus memantau perkembangan peristiwa ini dan memberikan arahan kepada jajaran pemerintahan untuk sigap membantu keluarga penumpang dan awak, serta mengerahkan kekuatan militer dan sipil melakukan pencarian.

Meski dalam suasana liburan panjang Natal dan Tahun Baru, kedua pimpinan negara itu bergerak cepat. Langkah cepat kedua pimpinan negara ini diikuti jajaran pemerintahan. PT Angkasa Pura I mendirikan crisis center di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung mendatangi keluarga korban yang menunggu kabar dengan cemas di Bandara Juanda. Risma mendirikan posko dan memilih berkantor di Bandara Juanda agar dapat cepat memantau perkembangan musibah ini.

Dari 155 penumpang AirAsia QZ 8501 yang hilang itu, 81 di antaranya warga Kota Surabaya. Risma juga menjamin ke- amanan rumah dan aset milik warganya yang menjadi penumpang AirAsia. Sebagian besar penumpang AirAsia yang berangkat dari Surabaya itu berencana berlibur di Singapura.

Gerak cepat Presiden Joko Widodo ini ditunjukkan dengan pengerahan kekuatan besar-besaran di semua lini. TNI Angkatan Laut mengerahkan 6 kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan 1 pesawat patroli maritim CN-235 untuk mencari pesawat AirAsia selama 20 hari ke depan. KRI-KRI itu tidak akan kembali ke pangkalan sebelum pesawat itu ditemukan.

TNI Angkatan Udara juga mengerahkan sejumlah pesawat dan heli. Badan SAR Nasional mengirimkan 7 kapal dan 2 heli. Bea dan Cukai mengirimkan tiga kapal mereka. Demikian pula Kementerian Perhubungan, Badan Keamanan Laut, Polri, dan BPPT mengerahkan kapal dan pesawat mereka. Semua dikerahkan untuk menemukan pesawat AirAsia tersebut.

Dalam pencarian ini, Indonesia mendapat bantuan dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, Singapura, Australia, dan Korea Selatan. Jepang, Tiongkok, dan India sudah menawarkan diri membantu Indonesia. Sementara kapal perang Amerika Serikat USS Sampson yang memiliki sistem radar dan bersonar canggih dalam perjalanan menuju lokasi pencarian.

Gerak cepat Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahan dalam menangani musibah AirAsia QZ 8501 ini   memperlihatkan kepada rakyat Indonesia dan publik internasional betapa bangsa ini memiliki rasa empati dan kepedulian yang tinggi.

Kabar terbaru, Basarnas telah menemukan serpihan pesawat dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.  Doa kita   untuk penumpang dan awak  AirAsia QZ 8501 beserta keluarganya.

robert.adhiksp@kompas.com

SUMBER: SUDUT PANDANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SELASA 30 DESEMBER 2014

Iklan