Lee Kuan Yew dan Perannya dalam Kemajuan Tiongkok


ROBERT ADHI KSP

Ketika berkunjung ke Tiongkok untuk kali pertama pada 1976, Lee Kuan Yew yang saat itu Perdana Menteri Singapura bertemu dengan pemimpin Tiongkok Deng Xiaoping. Pada tahun itu, Tiongkok baru mulai melakukan reformasi di bidang ekonomi.

Setelah kunjungan Lee ke Beijing, Deng melakukan kunjungan balasan ke Singapura. Pertemuan itu meninggalkan kesan yang kuat bagi Deng. Pemimpin Tiongkok itu mengatakan telah menjadikan Lee sebagai mentor pribadinya.

Lee Kuan Yew

Pertemuan itu memupuk rasa hormat yang dalam di antara kedua pemimpin negara tersebut. Nasihat Lee dalam bidang perekonomian memengaruhi pemikiran Deng, yang kemudian melakukan reformasi dramatis yang melambungkan Tiongkok dalam masa modernisasi dan pertumbuhan yang tinggi (“This Man Helped Turn China into an Economic Power”, CNN Money, 23 Maret 2015).

“Lee Kuan Yew adalah seorang negarawan Asia yang unik dan berpengaruh, seorang ahli strategi yang mengedepankan nilai-nilai Asia dan perspektif internasional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hong Lei, pekan lalu. Lee disebut sebagai seorang yang menciptakan dan meletakkan dasar hubungan Tiongkok-Singapura sehingga begitu kuat sampai saat ini.

Selama bertahun-tahun Lee selalu mengingatkan dunia untuk tidak memandang sebelah mata pengaruh global Tiongkok. Dalam wawancara dengan CNN tahun 2008, Lee menegaskan, “Setiap tahun Tiongkok tahu bahwa mereka tumbuh menjadi lebih kuat. Mereka mendekati kemajuan Barat, baik dalam bidang ekonomi, teknologi, maupun industri. Tiongkok bukan kekuatan baru, melainkan kekuatan lama yang hidup kembali.”

Presiden Tiongkok Xi Jinping mengutus Wakil Presiden Li Yuanchao untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Lee Kuan Yew di Singapura, akhir pekan lalu. Dalam pesannya kepada Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Xi mengatakan, Lee Kuan Yew bukan hanya pendiri negara Singapura, melainkan juga politisi dan ahli strategi yang sangat dihormati dalam komunitas internasional.

“Lee adalah sahabat lama masyarakat Tiongkok dan seorang bijaksana yang dihormati. Sebagai pendiri, pionir, dan promotor hubungan Tiongkok-Singapura, Lee Kuan Yew dan para pemimpin Tiongkok dari generasi lebih tua membangun hubungan bilateral dan memberi kontribusi sangat penting bagi kerja sama dan persahabatan kedua negara serta masyarakatnya,” demikian pesan Xi (“Chinese Vice President Attends Lee Kuan Yew’s Funeral”, China Daily, 29 Maret 2015).

Lee juga mendorong kerja sama Singapura dengan sejumlah kota dan provinsi di Tiongkok, termasuk membangun kawasan industri di kota Suzhou, Tiongkok timur. Lee berhasil membangun kepercayaan komunitas Tiongkok dan komunitas bisnis Tiongkok sehingga merekatkan hubungan masyarakat kedua negara dalam berbagai aspek kehidupan.

Lee tidak hanya memberi kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Singapura, tetapi juga membangun sistem pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Prediksi Lee tentang Tiongkok

Dalam buku Lee Kuan Yew: The Grand Master’s Insight on China, the United States, and the World (2013) yang ditulis Graham Allison, Robert D Blackwill, dan Ali Wyne serta diberi pengantar oleh mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger disebutkan, Lee sudah memprediksi masa depan Tiongkok yang gemilang. Tiongkok, menurut ramalan Lee, akan menjadi kekuatan nomor satu di Asia dan bahkan menyamai AS.

Lanjutkan membaca Lee Kuan Yew dan Perannya dalam Kemajuan Tiongkok

Iklan

Kepemimpinan dan Kota Cerdas


Kepemimpinan seseorang memengaruhi kemampuan membangun sebuah kota menjadi kota yang cerdas. Kepemimpinan seorang wali kota atau bupati sebagai kepala daerah dapat dilihat dari kedisiplinan tinggi yang diterapkan.

Persoalannya, dari sedikitnya 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, berapa persen pemimpin daerah yang menonjol dalam kepemimpinan sehingga mampu membawa kota dan kabupaten menjadi kota yang cerdas, kota yang hijau, kota yang layak huni?

Kota Cerdas

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara peluncuran Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015 di Jakarta Convention Center, Selasa (24/3), menyindir kepala daerah yang terlalu mudah memberi izin kepada investor sehingga tata ruang kota semrawut. Tak tersisa ruang terbuka hijau yang menjadi paru-paru kota.

“Mungkin ini salah satu penyebab Indonesia jarang menjadi juara sepak bola. Di mana tempat anak-anak Indonesia bisa berlari bermain bola? Banyak lapangan bola digusur untuk kepentingan bisnis,” ujar Kalla.

Pemimpin kota tak cukup membawa kotanya menjadi cerdas dalam urusan teknologi, tetapi juga bagaimana membawa warga kotanya memiliki disiplin yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum mendisiplinkan warga kota, pemimpin di sebuah kota harus mampu mendisiplinkan diri sendiri lebih dahulu. Bukan sekadar soal waktu, melainkan disiplin dalam menegakkan peraturan.

Bagaimana mengajak warga tidak membuang sampah sembarangan? Bagaimana menyadarkan warga untuk tidak membuang sampah ke sungai dan mengingatkan warga untuk memfungsikan gorong-gorong sebagai saluran air?

Disiplin warga kota di jalan raya juga penting ditegakkan. Bagaimana bisa pengendara motor dibiarkan melawan arus tanpa ditindak polisi lalu lintas? Bagaimana pengendara tanpa mengantongi surat izin mengemudi yang masih berlaku dapat seenaknya lalu lalang?

Pemandangan ini terlihat sehari-hari di Jakarta dan kota-kota di Bodetabek. Mengapa hal-hal semacam ini dibiarkan selama bertahun-tahun? Gubernur atau wali kota baru selalu mendapat “warisan” dari kepala daerah sebelumnya.

Membangun disiplin warga kota memang bukan perkara mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Salah satu contoh nyata adalah kota-negara Singapura. Di bawah kepemimpinan yang kuat dari seorang Lee Kuan Yew, Singapura dalam waktu setengah abad berhasil mengubah diri dari kampung nelayan yang kumuh pada tahun 1960-an menjadi salah satu pusat jasa, keuangan, dan perdagangan dunia yang modern.

Lanjutkan membaca Kepemimpinan dan Kota Cerdas

Ketika Netizen Melaporkan Terbakarnya Gedung di Manhattan


ROBERT ADHI KSP

Peristiwa terbakarnya sebuah gedung di kawasan East Village, Manhattan, New York, Amerika Serikat, mendapat perhatian dari netizen. Terbakarnya gedung yang terjadi pada Kamis (26/3) pukul 15.17 waktu setempat atau Jumat (27/3) dini hari WIB itu diawali dari ledakan.

Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, ledakan di gedung itu berkaitan dengan gas. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Empat orang dilaporkan dalam kondisi kritis dan belasan orang lainnya luka-luka. Gedung yang berfungsi sebagai tempat komersial dan tempat tinggal itu berlokasi antara Second Avenue dan Seventh Street.

Para pengguna media sosial Twitter dan Facebook yang berada di dekat lokasi kejadian ramai-ramai mengunggah foto dan video peristiwa itu.

Seorang penulis asal Sydney, Australia, yang sedang berada di sekitar lokasi menulis di Twitter-nya, @ScottWesterfeld, “Ledakan keras di sudut 7th Street dan 2nd Ave. Polisi berdatangan di sini.” Scott mengunggah beberapa laporan lagi dan mengumumkan siapa saja boleh menggunakan fotonya asalkan memberi kredit namanya.

“Saya baru mendengar suara keras. Banyak warga membantu mereka yang berlarian keluar dari gedung yang terbakar. Second Avenue ditutup untuk lalu lintas dari 9th Street ke Houston. Pengendalian massa masih terjadi. Tak satu pejalan kaki pun diizinkan masuk dari 9th Street ke 7th Street,” lapor penulis novel itu dalam Twitter-nya.

Pasukan penjinak bom New York Police Department (NYPD) berada di lokasi. Scott menulis pendapatnya, “Saya tidak berpikir ledakan ini aksi terorisme.”

Lanjutkan membaca Ketika Netizen Melaporkan Terbakarnya Gedung di Manhattan

Serangan di Museum Bardo dan Industri Pariwisata Tunisia


ROBERT ADHI KSP

Serangan teroris bersenjata di Museum Nasional Bardo di Tunisia, Rabu (18/3) pekan lalu, menewaskan 23 orang dan melukai puluhan lainnya. Apakah industri pariwisata Tunisia bakal padam pasca serangan di Museum Bardo? Rakyat Tunisia bersatu padu berupaya membangkitkan kembali citra pariwisata Tunisia melalui media sosial. Sementara Pemerintah Tunisia dengan cepat menangkap mereka yang diduga terlibat dalam serangan mematikan itu.

BardoTunisia 23032015

Dari jumlah yang tewas, 20 di antaranya adalah wisatawan asing yang berkunjung ke Museum Bardo. Dua puluh korban tewas adalah berkebangsaan Italia (4 orang), Jepang (3), Perancis (3), Polandia (3), Spanyol (2), Kolombia (2), Rusia (1), Belgia (1), Inggris (1). Tiga orang lainnya yang tewas adalah warga Tunisia, termasuk dua lelaki bersenjata Kalashnikov yang menyerang museum. Warga Tunisia lainnya yang tewas adalah seorang polisi.

Kementerian Kesehatan Tunisia dalam pernyataannya hari Sabtu (21/3) menyebutkan, sebanyak 43 orang luka-luka, 33 di antaranya sudah meninggalkan rumah sakit di Tunisia, dan 10 lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Charles Nicolle (Polandia 2 orang, Jepang 2, Belgia 1, dan Perancis 1), RS Rabta (Jepang 1 orang), RS Habib Thameur (Afrika Selatan 1 orang), serta RS militer (Rusia 1 orang dan Italia 1 orang). (”Ministry of Health reveals nationality of 20 tourists victims of Bardo Museum attack”, Agence Tunis Afrique Presse, 21 Maret 2015).

Beberapa warga Italia yang menjadi korban adalah penumpang kapal pesiar Costa Fascinosa, yang selama tujuh hari mengarungi Laut Mediterania. Pelabuhan Tunis salah satu tempat berlabuh kapal pesiar itu. (”Tunisia: 23 killed in terror attacks on tourists”, Al Arabiya, 18 Maret 2015).

Otoritas Tunisia hari Sabtu (21/3) mengumumkan telah menangkap lebih dari 10 militan atas dugaan keterlibatan dalam serangan bersenjata di Museum Nasional Bardo. Dua orang bersenjata yang tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan Tunisia diketahui sebagai Yassine Laabidi dan Hatem Khachnaoui. Keduanya meninggalkan Tunisia pada Desember 2014 dan pernah mengikuti latihan bersenjata di Libya.

Perdana Menteri Tunisia Habib Essid menegaskan, aksi terorisme tidak mendapat tempat di negeri itu. ”Aksi teroris tidak akan menghalangi Tunisia bergerak maju membangun berbagai proyek untuk mengurangi marjinalisasi dan menciptakan lapangan kerja. Tunisia baru secara tegas berkomitmen membawa proses konstruksi demokrasi ini mencapai tujuan akhir, apa pun kesulitan dan hambatannya,” kata Essid, yang optimistis dengan masa depan Tunisia. Dia mengajak semua rakyat Tunisia bersatu, mendukung upaya aparat keamanan memerangi terorisme di negeri itu (”Essid: Terrorism will by no means deter Tunisia to move forward in achieving development projects”, Tunisian News Agency, 21 Maret 2015).

Museum Bardo di Tunisia adalah salah satu lokasi pariwisata paling populer di Tunisia. Museum itu menyimpan koleksi terkenal berupa benda-benda antik dan warisan yang lain dari Kekaisaran Romawi. Negara di Afrika utara itu mengandalkan sektor pariwisata. Serangan ke Museum Bardo melumpuhkan aktivitas pariwisata di negeri itu. Padahal, sebanyak 15 persen pendapatan Tunisia berasal dari sektor pariwisata.

Serangan di Museum Bardo itu merupakan serangan terburuk yang menimpa orang asing di Tunisia sejak bom bunuh diri di Sinagog di Pulau Djerba tahun 2002 yang menewaskan 14 warga Jerman, 2 warga Perancis, dan 5 warga Tunisia.

Media sosial

Tunisia adalah negara pertama yang menggaungkan Arab Spring dan menularkannya kepada negara-negara lainnya di Afrika Utara dan Timur Tengah. Rakyat Tunisia sudah terbiasa menggunakan media sosial untuk melakukan perubahan.

Organisasi Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa atau The United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mengecam keras serangan terhadap Museum Bardo di Tunisia, demikian juga pengguna media sosial di dunia.

Tagar #JeSuisBardo dan #JeSuisTunisien sempat masuk tren topik dunia. Dalam empat hari terakhir, topsy.com mencatat 11.032 cuitan di Twitter yang menggunakan tagar #JeSuisBardo, dan 21.455 cuitan yang menggunakan tagar #JeSuis Tunisien, sebagai tanda solidaritas terhadap Tunisia.

Lanjutkan membaca Serangan di Museum Bardo dan Industri Pariwisata Tunisia

Demo Brasil dan Skandal Petrobras


ROBERT ADHI KSP
Brasil diguncang demonstrasi besar-besaran, Minggu (15/3). Sekitar 1 juta pengunjuk rasa di 22 negara bagian di negeri itu menuntut Presiden Brasil Dilma Rousseff dimakzulkan. Pemerintahan Rousseff menghadapi krisis ekonomi dan skandal korupsi masif yang melibatkan perusahaan minyak negara Petrobras.

Pengunjuk rasa di Sao Paulo dalam aksi demonstrasi besar-besaran, Minggu (15/3), menuntut Presiden Brasil Dilma Rousseff dimakzulkan. Hal itu dilakukan menyusul terbongkarnya skandal suap dan korupsi di Petrobras, perusahaan minyak negara itu.

Demo Brasil

Brasil dengan ekonomi ketujuh terbesar di dunia pada 2013 kini masuk dalam kondisi resesi pada 2015. Hal itu terutama sebagai dampak dari inflasi tinggi dan merosotnya nilai mata uang Brasil yang mencapai titik terendah dalam 12 tahun terakhir.

Padahal, Brasil, anggota BRIC (Brasil, Rusia, India, Tiongkok), sempat diprediksi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia sebagai salah satu dari lima negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Pendapatan per kapita Brasil pada 2013 tercatat 11.173 dollar AS atau berada di posisi ke-60 (menurut IMF).

Demo besar-besaran di seluruh Brasil yang didukung partai politik oposisi ini terutama dipicu skandal Petrobras yang bergaung keras sejak akhir 2014. Para penyelidik Brasil menemukan bukti adanya pencucian uang dalam jumlah besar di Petrobras. Belasan politisi, sebagian dari partai politik berkuasa pendukung Rousseff, terlibat dalam penyuapan itu.

Presiden Rousseff tidak ikut diselidiki, tetapi Rousseff merupakan Menteri Energi Brasil dan juga Chairwoman Petrobras selama kasus penyuapan dan korupsi terjadi di Petrobras. Sebelum menjadi perempuan presiden pertama di Brasil pada 2011, Rousseff yang berasal dari Partai Pekerja merupakan Kepala Staf Presiden Lula da Silva. Dia memenangi pemilihan umum pada Oktober 2010, salah satu pemilu paling ketat di Brasil.

Lanjutkan membaca Demo Brasil dan Skandal Petrobras

Kota yang Ramah bagi Pejalan Kaki


ROBERT ADHI KSP

Mengapa Jakarta dan kota-kota di Indonesia tidak ramah bagi pejalan kaki? Pertanyaan ini dilontarkan sejak bertahun-tahun silam. Anehnya, banyak pejabat daerah seakan tidak peduli dengan kebutuhan mendasar warga kota tersebut.

Kota yang Ramah bagi Pejalan Kaki

Banyak kota besar di Indonesia melupakan membangun kawasan pejalan kaki. Jakarta, misalnya. Meski kawasan pedestrian sudah tersedia di beberapa lokasi di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman, itu belum cukup membuat Jakarta dapat dijuluki sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki.

Jakarta hanya memberi tempat bagi pejalan kaki di jalan utama yang menjadi etalase kota. Namun, banyak sudut kota ini yang tidak ramah untuk pejalan kaki. Seolah pejalan kaki bukan warga negara yang perlu dihargai. Kota ini hanya memberi tempat untuk kendaraan bermotor roda empat dan roda dua.

Pejalan kaki belum mendapat tempat terhormat di kota ini. Lihatlah, misalnya, ketika para pengguna kereta rel listrik commuter line keluar dari stasiun-stasiun. Apakah mereka dapat berjalan kaki dengan leluasa atau harus bersusah payah mencapai halte atau berjalan kaki di trotoar yang sudah diokupasi pedagang kaki lima ataupun menjadi tempat tidur tunawisma?

Jakarta mungkin sudah pernah membangun trotoar bagi pejalan kaki. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, banyak trotoar berubah fungsi menjadi tempat bagi pedagang kaki lima. Kawasan pedestrian pun dengan cepat berubah fungsi. Pengawasan pemerintah lemah. Siapa yang bertanggung jawab?

Lanjutkan membaca Kota yang Ramah bagi Pejalan Kaki

Mengambil Manfaat dari Meluasnya Penetrasi Internet


ROBERT ADHI KSP

Jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat drastis dari 74 juta orang pada 2013 menjadi 111 juta orang pada 2014. Angka yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika ini menunjukkan semakin luasnya penetrasi internet di Indonesia.

Penetrasi internet di Pulau Jawa 75 persen, sedangkan di Sumatera 67 persen. Kementerian Kominfo menargetkan 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia dapat mengakses internet pada 2015 ini (Kompas, 10 Maret 2015).

Penetrasi Internet

Situs eMarketer.com menyebutkan, jumlah pengguna internet di seluruh dunia pada 2015 mencapai angka 3 miliar, atau naik sekitar 6,2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini berarti 42,4 persen populasi penduduk dunia dapat mengakses internet. Sampai 2018, hampir setengah dari populasi dunia atau sekitar 3,6 miliar orang mengakses internet minimal satu kali dalam satu bulan.

Pada 2014, Brasil menyalip Jepang sebagai pengguna internet terbesar keempat di dunia. Pada 2015, Meksiko akan berada di posisi kedelapan, mengalahkan Jerman. Pada 2016, India akan melompat ke posisi kedua dalam jumlah pengguna internet terbanyak, mengalahkan Amerika Serikat. Pada 2017, Indonesia akan berada di posisi kelima, menyalip Jepang. Pada 2018, jumlah pengguna internet terbanyak di dunia, Tiongkok, akan mencapai 777 juta orang!

Meluasnya penetrasi internet di dunia berkaitan erat dengan membanjirnya telepon seluler (ponsel) murah dan terjangkau. Mobile Factbook menyebutkan, jumlah pengguna ponsel pada 2014 mencapai 7,5 miliar dan akan menjadi 8,5 miliar pada 2016. Dari jumlah itu, 54,3 persen jumlahnya berada di kawasan Asia Pasifik pada 2016.

Indonesia termasuk salah satu dari 100 negara yang jumlah ponselnya melebihi jumlah penduduknya. Posisi Indonesia pada akhir 2012 berada di tempat keempat dalam jumlah pengguna ponsel terbanyak di dunia. Namun, pengguna 3G/3,5G hanya 19 persen. Ini wajar karena jumlah ponsel pintar, termasuk tablet, yang memiliki akses broadband hanya sekitar 1,1 miliar. Selebihnya ponsel murah, yang dapat dimiliki orang dengan pendapatan beberapa dollar AS sehari.

Meluasnya penetrasi internet dan meningkatnya penjualan ponsel juga berkaitan dengan pesatnya pertumbuhan pengguna media sosial, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Path, hingga lainnya. Hampir semua ponsel pintar memiliki aplikasi-aplikasi media sosial tersebut. Ini memudahkan pemilik ponsel dan pengguna media sosial mengunggah foto-foto selfie, memperbarui status dan lokasi mereka, serta membaca berbagai informasi yang tersedia.

Komunikasi dengan teman juga semakin mudah melalui aplikasi-aplikasi ngobrol online (chatting) di ponsel pintar, seperti WhatsApp, WeChat, Telegram, KakaoTalk, Line, dan Jongla. Pengguna ponsel sudah jarang memanfaatkan pesan singkat lewat ponsel (SMS).

Manfaat

Apa makna dari fenomena meluasnya penetrasi internet ini? Berselancar dengan ponsel pintar dan tablet menjadi bagian dari gaya hidup. Tidak hanya di kota-kota besar, fenomena ini juga terlihat di kota-kota lapis kedua dan ketiga. Makin banyak orang mencari informasi terkini dari perangkat bergerak mereka.

Lanjutkan membaca Mengambil Manfaat dari Meluasnya Penetrasi Internet

Hancurnya Warisan Peradaban Mesopotamia


ROBERT ADHI KSP

Penghancuran artefak dan situs arkeologi warisan peradaban Mesopotamia di kota Nimrud dan Hatra di wilayah Irak oleh Negara Islam di Irak dan Suriah, pekan lalu, mengejutkan sejarawan, budayawan, dan arkeolog dunia. Padahal, di sanalah manusia modern dapat mengagumi kejayaan Irak dan Mesopotamia beserta peradabannya yang telah ada sejak 3.000 tahun silam.

Mesopotamia, salah satu peradaban tertua di dunia, dikenal sejak ribuan tahun silam Sebelum Masehi. Mesopotamia terletak di lembah di antara dua sungai, Tigris dan Eufrat. Daerah yang dilalui kedua sungai itu subur. Rakyat yang tinggal di wilayah itu pun makmur. Bangsa pertama dari luar Mesopotamia yang masuk ke wilayah itu adalah bangsa Sumeria, yang membangun kota-kota kuno di Mesopotamia. Menyusul bangsa Akkad, Babilonia, Assyiria, Khaldea, dan Persia. Warisan budaya dan peradaban Mesopotamia beribu-ribu tahun lalu di wilayah yang sekarang masuk wilayah Irak tersebut merupakan bukti kebesaran peradaban manusia pada masa lalu.

Mesopotamia

Namun, warisan peradaban yang tak ternilai harganya itu satu per satu dihancurkan dan dijarah oleh kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), di antaranya di Hatra dan Nimrud. Hatra yang berlokasi sekitar 110 kilometer dari barat daya Mosul adalah kota kuno yang didirikan semasa kekaisaran Parthian lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Kota ini menyimpan kekayaan budaya, seperti kuil dan patung para dewa, misalnya Apollo dan Poseidon.Menurut situs Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), Hatra adalah ibu kota Kerajaan Arab pertama yang dibangun di bawah pengaruh kekaisaran Parthian. Beberapa bangunan berarsitektur Romawi dan Hellenistic dengan kombinasi fitur dekoratif Timur menunjukkan kebesaran peradaban masa silam.Sementara Nimrud adalah kota kuno Assyiria yang didirikan pada abad ke-13 Sebelum Masehi (Islamic State Demolishes Ancient Hatra Site in Iraq, BBC, 7 Maret 2015).

Rekaman video yang memperlihatkan aksi perusakan brutal terhadap warisan budaya masa lalu di Museum Mosul pekan lalu sungguh peristiwa menyedihkan. Meskipun beberapa obyek yang dihancurkan itu adalah replika, banyak juga obyek unik yang bertahan dan berusia ribuan tahun (Why ISIS Destroys Antiquities, CNN, 7 Maret 2015).

Beberapa warisan peradaban masa silam yang dihancurkan NIIS di antaranya Gerbang Nergal, pintu masuk menuju kota kuno Nineveh-sebuah kota yang menyimpan sejarah ribuan tahun-dan situs Nimrud, ibu kota Kerajaan Asyura (Assyiria) di bawah Raja Ashurnasirpal.

Kejahatan perang

“Penghancuran dan penjarahan warisan budaya merupakan kejahatan perang. Kami mengajak semua institusi kebudayaan, museum, jurnalis, profesor, dan ilmuwan berbagi pengetahuan tentang peradaban Mesopotamia. Kita perlu mengingatkan bahwa sejarah di negeri itu memimpin zaman keemasan Islam,” kata Irina Bokova, Direktur Jenderal UNESCO (Articaft Destruction a Security Issue, CNN, 7 Maret 2015).

Irina menegaskan, semua umat manusia di muka bumi ini, di mana saja berada, terutama kamu muda di Irak, harus menyadari bahwa warisan budaya itu milik mereka. Warisan kebudayaan pra-Islam di Irak adalah milik semua orang Irak, seperti halnya piramida yang menjadi identitas bangsa Mesir.

 

Warisan budaya yang menunjukkan tingginya peradaban Mesopotamia yang dilestarikan dengan susah payah oleh UNESCO di Irak itu memang memiliki nilai tak terhingga.

Lanjutkan membaca Hancurnya Warisan Peradaban Mesopotamia

Badrodin Haiti dan Tantangan Polri Profesional


ROBERT ADHI KSP

Komisaris Jenderal Badrodin Haiti (56) menjadi calon tunggal Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diajukan Presiden Joko Widodo kepada DPR. Dari sejumlah perwira tinggi berbintang tiga, Badrodin Haiti memiliki pengalaman yang relatif lengkap di berbagai bidang.

Badrodin Haiti yang lahir di Jember, Jawa Timur, 24 Juli 1958, adalah lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1982 dan meraih penghargaan Adhi Makayasa. Haiti juga lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1989 dan meraih Adhi Wira, lulusan Sekolah Staf Pimpinan (Sespim) Angkatan XXXIII tahun 1998, dan lulusan terbaik di Lemhannas KRA ke-36 tahun 2003 dengan meraih Wibawa Seroja Nugraha.

Badrodin Haiti

Di kewilayahan, Badrodin pernah menjabat sebagai Kepala Polres Probolinggo (1999), Kepala Poltabes Medan (2000), Kepala Polwiltabes Semarang (2004). Dia pernah bertugas di bidang reserse, yaitu sebagai Direktur Reserse Kriminal Polda Jatim (2003) dan Direktur I Keamanan dan Transnasional Badan Reserse Kriminal (2008-2009); di bidang hukum sebagai Kepala Divisi Hukum (2010); serta di bidang pendidikan sebagai Sekretaris Lembaga Pendidikan dan Latihan (2005).

Haiti pernah menjabat sebagai Kepala Polda Banten (2004), Kapolda Sulawesi Tengah (2006), Kapolda Sumatera Utara (2009-2010), dan Kapolda Jawa Timur (2010-2011). Badrodin juga pernah menjadi Asisten Operasi (2011-2013), Kepala Badan Pemelihara Keamanan atau Baharkam (2013-2014), dan Wakil Kapolri (2014-sekarang), sebelum ditunjuk sebagai pelaksana tugas Kapolri sejak 16 Januari 2015.

Nama Badrodin pernah disebut-sebut tersangkut kasus rekening gendut sejumlah perwira tinggi Polri pada 2010, tetapi Badrodin dengan tegas membantah informasi itu. Sesuai data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 2 Mei 2014, harta Badrodin senilai Rp 8,2 miliar dan 4.000 dollar AS. Kekayaannya meliputi tanah dan bangunan di Jabodetabek, sejumlah mobil, dan logam mulia.

Dari sisi sumber daya manusia yang ada di Polri, Badrodin Haiti dianggap sebagai sosok yang terbaik saat ini dan yang paling pantas menduduki jabatan Kapolri. Badrodin akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR. Ketua DPR Setya Novanto menyebutkan, nasib Badrodin ditentukan paling lambat 11 April 2015.

Melihat pengalamannya yang beragam di Kepolisian RI, publik tidak meragukan kemampuan dan kepemimpinan Badrodin Haiti menjabat orang nomor satu di institusi Polri. Apabila DPR menyetujuinya, Badrodin akan menjabat Kapolri ke-22 sejak Indonesia merdeka.

Lanjutkan membaca Badrodin Haiti dan Tantangan Polri Profesional