Hidup seperti Raja, Fidel Castro Bergelimang Kemewahan dan Perempuan Simpanan


ROBERT ADHI KSP

Bagaimana pemimpin Kuba Fidel Castro yang lantang meneriakkan anti kapitalis dan anti borjuis ternyata hidup seperti seorang raja di sebuah pulau rahasia dikelilingi para perempuan simpanannya? Rahasia yang terpendam lama ini diungkap mantan pengawal Castro, Letnan Kolonel Juan Reinaldo Sanchez, yang selama 17 tahun berada bersama pemimpin gerakan sosialis Amerika Latin itu dalam bukunya, The Double Life of Fidel Castro: My 17 Years as Personal Bodyguard to El Lider Maximo.

Buku yang diterbitkan St Martin Press dan bisa dibeli di Amazon.com mulai 12 Mei 2015 dengan harga 17,76 dollar AS itu ditulis Sanchez bersama Axel Glyden. Buku yang tersedia dalam edisi cetak danelektronik (e-book) ini diterbitkan pertama kali dalam bahasa Perancis dengan judul La Vie Cachee de Fidel Castro (Editions Michel Lafon). Dalam edisi bahasa Spanyol, buku ini berjudul La Vida Oculta de Fidel Castro.

Buku Fidel Castro

Buku ini mengungkap Fidel Castro yang hidup dalam dua sisi berlawanan. Di Amerika Latin, Castro merupakan contoh inspiratif, menjadi panduan, seorang mentor, dan tokoh politik yang berpengaruh. Dunia terpukau dan mengagung-agungkan Castro sebagai pemimpin revolusioner yang rendah hati dan bersuara lantang mengecam konsep hidup borjuis. Namun, pada kenyataannya, dalam kehidupan sehari-hari, Castro hidup bergelimang kemewahan. Di sisi lain, sebelas jutaan rakyat Kuba hidup dalam penderitaan, kelaparan, dan kemiskinan ekstrem.

Rumah-rumah dan istana kepresidenan Castro yang mewah dan kota hantu tempat para gerilyawan dilatih merupakan rahasia terpendam. Demikian juga jumlah uang yang didapatkannya dari anggaran negara. Castro mengumpulkan kekayaan pribadi sangat banyak, yang memungkinkan dia hidup seperti pangeran atau raja. Setiap malam, dia meneguk wiski dan dikelilingi para perempuan cantik.

Castro hidup mewah dan tinggal bergantian di 20 rumahnya dan di pulau tropis, Cayo Piedra, yang dianggap sebagai surga tropis tak tertandingi di dunia. Di pulau rahasia inilah, Castro menjalin hubungan rahasia dengan sejumlah perempuan, yaitu Juana Vera (penerjemah bahasa Inggris), Gladys (pramugari maskapai Kuba), Pilar (penerjemah berbahasa Perancis), dan Celia Sanchez yang berada di jantung revolusi Kuba bersama Castro.

Pada akhir pekan, Castro bersama perempuan rahasianya, Dalia Soto del Valle, temannya sejak 1961. Kehadiran Dalia misterius dan tidak diketahui 11 juta rakyat Kuba. Dalia yang menjadi pendampingnya paling lama akhirnya menjadi istri dan ibu dari lima anak Castro.

Surga tropis di Kuba

“Cayo Piedra merupakan pulau tropis yang tak tertandingi di kawasan Karibia dan berlokasi di lepas pantai selatan Kuba. Pulau itu menjadi tujuan liburan rahasia Fidel Castro yang naik satu-satunya yacht mewah. Sepuluh anggota korps elite mengawal Castro dengan senjata mesin berat dan granat serta senapan AK-47 Kalashnikov berikut amunisinya,” tulis Sanchez seperti dikutip Daily Mail (7/5).

Castro bepergian dengan kapal pribadinya, Aquarama II, yang disita dari pemimpin Kuba sebelumnya, Fulgencio Batista, yang digulingkan pada 1959.Yacht mewah ini dihiasi dengan kayu eksotis yang diimpor dari Angola. Kapal itu sering merapat di marina Kepulauan Bahama ataupun Saint Tropez. Hanya sedikit orang Kuba yang tahu tentang yacht dan lokasi sungai kecil tempatyacht itu ditambatkan, sekitar 90 mil tenggara Havana. Dalam perjalanan selama tiga perempat jam ke Pulau Cayo Piedra, Castro atau “El Jefe”, sang kepala, duduk di kursi CEO berwarna hitam sambil mengisap cerutu dan meneguk wiski. Tak ada orang lain yang pernah duduk di sana.

Castro menemukan pulau itu menyusul gagalnya invasi Teluk Babi yang dilancarkan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy pada April 1961. Ketika menjelajahi daerah itu, Castro meminta seorang nelayan setempat mengantarnya berkeliling di wilayah itu dengan menaiki perahu nelayan tua. Castro kemudian dibawa ke Pulau Cayo Piedra, pulau indah yang menghadap Laut Karibia. Castro langsung memutuskan untuk memiliki pulau itu. Dia menghilangkan mercusuar di pulau itu. Cayo Piedra adalah surga yang dikelilingi laut. Pulau ini tidak tersentuh para penjelajah Eropa.

Castro membangun dermaga untuk tiga kapalnya dan landasan untuk helikopternya mendarat di pulau tersebut. Dia membangun ponton terapung untuk tempat pesta panggang semua tangkapan laut yang segar.

Sebagian besar orang Kuba meyakini, Castro hanya memiliki pondok nelayan sederhana di suatu tempat di pantai, bukan rumah mewah tempat dia berlibur pada akhir pekan jika tidak hujan. Jika cuaca buruk, Castro menikmati akhir pekannya dengan berburu bebek di Pinar del Rio, ujung barat Pulau Kuba, tempat budidaya perkebunan tembakau yang menghasilkan cerutu Kuba yang baik.

Lokasi Pulau Cayo Piedra di Kuba yang menjadi surga tropis dan tempat rahasia pemimpin Kuba menikmati kemewahan, seperti yang diungkap mantan pengawal pribadi Castro, Juan Reinaldo Sanchez, dalam bukunya, The Double Life of Fidel Castro.
ARSIP LA VERDAD OFENDE Lokasi Pulau Cayo Piedra di Kuba yang menjadi surga tropis dan tempat rahasia pemimpin Kuba menikmati kemewahan, seperti yang diungkap mantan pengawal pribadi Castro, Juan Reinaldo Sanchez, dalam bukunya, The Double Life of Fidel Castro.

Tak satu pun saudara kandung Castro diundang ke pulau itu. Beberapa menteri Kuba pernah menjejakkan kaki di pantainya, ungkap penulis buku ini, antara lain, bersama pendiri CNN, Ted Turner; pebisnis Perancis, Gerard Bourgoin; dan salah satu pemimpin komunis Republik Demokratik Jerman, Erich Honecker.

Kekayaan sesungguhnya Cayo Piedra adalah kehidupan bawah laut yang kaya dengan biota laut penuh warna. Penjelajah bawah laut Perancis dan pembuat film Jacques Cousteau datang untuk menyaksikan kekayaan binatang dan tanaman di rumah itu, termasuk lumba-lumba, hiu macan, hiu hammerhead, ikan pedang, barakuda, dan kura-kura. Castro senang berburu dan menembak. Namun, menyelam di bawah laut membuatnya lebih bergairah.

Castro memiliki rumah mewah yang dilengkapi dengan ruang kebugaran, lapangan basket pribadi, tempat boling, juga apartemen yang dihuni perempuan simpanannya, Celia Sanchez. Castro bertemu Celia Sanchez untuk pertama kali pada 1957. Perempuan itu kemudian menjadi orang kepercayaannya dan berada di jantung revolusi Kuba bersama Castro. Setiap hari, Castro mengunjungi Celia. Namun, sampai kematian Celia pada 1980, Castro tidak pernah menikahinya secara resmi.

Di rumah mewah itu, Castro menjalankan banyak urusan rahasia, termasuk dengan Juana Vera alias Juanita, Gladys, Pilar, dan lain-lain. Castro lebih suka memilih perempuan langsing. Dia lebih tertarik dengan perempuan-perempuan simpanannya daripada dengan saudara kandung dan anak-anaknya.

Punto Cero yang terletak di sebelah barat Havana merupakan istana kepresidenan yang memiliki kolam renang, enam rumah kaca untuk budidaya buah-buahan dan sayuran, serta bangunan lain untuk rumah anggota staf dan pengawalnya. Dengan pohon buah-buahan-jeruk, lemon, dan pisang-kebun di wilayah istana itu seperti taman Eden. Castro meneguk segelas susu sapi segar pada pagi hari. Dia tak pernah minum kopi, tetapi dia menikmati anggur dancognac Napoleon setelah makan malam.

Di Punto Cero, Dalia adalah bos untuk makanan, jadwal rumah tangga, dan hubungan dengan lima anak Castro. Jika salah satu anak Castro ingin bicara dengan ayahnya, mereka harus menghubungi Dalia lebih dahulu.

Castro selalu bepergian dikawal 14 orang yang tersebar di empat kendaraan. Beberapa senjata dibawa para pengawal di mobil berbeda. Castro sendiri memiliki senapan serbu Kalashnikov 7,62 mm dengan 31 peluru. Di bahu kanannya tersedia pistol Browning 9 mm.

Seorang dokter, seorang fotografer, dan “orang yang mirip” dengan Castro, yaitu Silvino Alvarez, duduk di bagian belakang mobil menggunakan jenggot palsu berada di dalam rombongan. Alvarez tampil ketika Castro sakit pada tahun 1983 dan 1992. Dia didorong untuk tampil agar rakyat Kuba percaya pemimpin mereka masih sehat.

Rinci

Penulis buku ini, Juan Reinaldo Sanchez, menulis secara rinci kehidupan Fidel Castro, jam per jam, termasuk hal-hal sepele dalam buku catatan harian. Ketika halaman buku sudah penuh, buku kecil itu diikat dengan tali, disegel dengan lilin, dan dikirim ke istana presiden, disimpan untuk anak cucu. Buku itu disimpan bersama semua rekaman penting. Dia diam-diam merekam semuanya, termasuk menyadap kamar hotel tempat menginap diplomat asing yang mengunjungi Havana.

Sampul buku
Sampul buku “The Double Life of Fidel Castro”. Buku yang ditulis mantan pengawal pribadi Fidel Castro, yaitu Juan Reinaldo Sanchez itu, membongkar rahasia Castro yang terpendam bertahun-tahun, tentang sosok Castro yang hidup mewah dengan gaya borjuis di sebuah pulau tropis dengan para perempuan simpanannya.

Sanchez bertugas selama 17 tahun sebagai pengawal pribadi Castro sebelum dia menyampaikan keinginannya untuk pensiun. Sanchez sempat mengalami penyiksaan di penjara sebelum dia melarikan diri dari pulau. Setelah bertahun-tahun, Sachez membuka rahasia terpendam yang tersimpan dan membongkar kehidupan ganda Castro.

Situs Amazon.com menyebutkan, buku setebal 278 halaman ini memuat 16 bab, di antaranya Cayo Piedra, pulau surga Castro; Juan Sanchez, pengawal Castro; Dinasti Castro; Gerilyawan Dunia Bersatu; Nikaragua: Revolusi Lain Fidel; Klan Raul; dan Obsesi Venezuela.

Buku yang mengupas tuntas gaya hidup Castro mengguncang pengagumnya. Beberapa menuduh buku itu sebagai bagian dari propaganda anti Castro. Namun, penulis buku ini, pengawal pribadi Castro merupakan orang yang kredibel dan menyimpan banyak bukti otentik.

SUMBER: KOMPAS SIANG DIGITAL, KOMPAS PRINT.COM, SABTU 9 MEI 2015

Iklan